Call us now:
Disiarkan oleh stikes-tuankutambusai.ac.id – Artikel seputar mengubah satu kata di word bisa anda temukan disini. Memberikan camilan pada bayi seringkali membingungkan orang tua. Banyak yang bertanya kapan waktu yang tepat untuk memulainya.
Kunci utamanya bukan hanya soal usia, tetapi juga kesiapan fisik dan nutrisi si kecil. Artikel ini akan membahasnya secara lengkap.
Kapan Bayi Mulai Boleh Makan Camilan?
Camilan biasanya mulai diperkenalkan saat bayi berusia sekitar 8 hingga 9 bulan. Pada usia ini, MPASI utama sudah berjalan lancar dan bayi mulai menguasai pincer grip.
Pincer grip adalah kemampuan menjepit makanan kecil dengan ibu jari dan telunjuk. Kemampuan ini penting untuk makan camilan secara mandiri.
Menurut panduan kesehatan, bayi di bawah 12 bulan sebenarnya belum membutuhkan camilan. Jika lapar di sela waktu makan, ASI atau susu formula sudah cukup.
Camilan baru menjadi kebutuhan rutin setelah bayi berusia satu tahun. Pada usia ini, camilan bisa diberikan dua kali sehari.
Ciri-Ciri Bayi yang Siap Diberi Camilan
Sebelum memberikan camilan, pastikan si kecil menunjukkan tanda kesiapan. Tanda pertama adalah usia minimal 6 bulan dengan kebutuhan gizi yang tidak lagi tercukupi hanya dari ASI.
Bayi harus bisa duduk tegak dengan kepala tegak untuk mengurangi risiko tersedak. Ia juga harus menunjukkan ketertarikan pada makanan di sekitarnya.
Refleks menjulurkan lidah harus mulai berkurang. Bayi juga harus mampu menelan makanan tanpa mengeluarkannya kembali.
Jenis Camilan yang Aman untuk Bayi
Usia 9 Bulan
Pada usia ini, camilan bisa berupa telur orak-arik yang disuwir kecil. Pisang atau buah beri yang dibelah dua juga aman diberikan.

Keju parut atau bola daging yang dihaluskan menjadi pilihan lain. Pastikan teksturnya lunak dan mudah digenggam.
Usia 10 Bulan
Potongan buah seperti pisang atau buah batu bisa menjadi camilan. Mentimun, wortel, atau kentang rebus juga baik untuk si kecil.
Keju, yogurt, atau roti panggang tanpa gula tambahan bisa dicoba. Pastikan semua potongan berukuran kecil dan aman.
Usia 11 Bulan ke Atas
Daging suwir lembut seperti ayam bisa diberikan. Puff kacang atau puff beras juga aman untuk camilan.
Potongan sayur cincang yang dimasak lunak menjadi pilihan sehat. Hindari camilan dengan tambahan gula atau garam.
Tips Menghadapi Gerakan Tutup Mulut (GTM)
GTM adalah fenomena wajar pada bayi. Atur jadwal makan yang konsisten dengan 3 kali makan utama dan 1-2 kali camilan.
Batasi waktu makan maksimal 30 menit. Jika bayi menolak, akhiri sesi tanpa memaksa.
Ciptakan suasana makan yang positif tanpa distraksi gadget. Kesabaran adalah kunci utama menghadapi fase ini.
Kesimpulan
Memberikan camilan pada bayi memerlukan perhatian pada usia dan kesiapan fisik. Mulailah setelah MPASI berjalan lancar, biasanya di usia 8-9 bulan.
Pilih camilan dengan tekstur lunak dan hindari bentuk yang berisiko tersedak. Dengan pendekatan yang tepat, camilan bisa menjadi bagian sehat dari tumbuh kembang si kecil.
